VIVAnews – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menorehkan pencapaian produksi 3 juta unit mobil sejak produksi perdana 1978. Angka itu dicetak berkat sumbangan terbesar mobil hasil kolaborasi mereka dengan Toyota, yaitu Xenia-Avanza dan Rush-Terios.

Dari angka 3 juta unit, Xenia dan Avanza menyumbang 1.518.726 unit, disusul Terios dan Rush 272.637 unit, Grand Max, Luxio, Toyota Town Ace-Lite Ace 305.137 unit, dan sisanya 925.172 unit dari model lain.

“Produksi ADM bisa mencetak 1 juta unit dalam tempo 3 tahun,” kata Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor, Sudirman MR, pada perayaaan produksi Astra Daihatsu Motor yang mencapai 3 juta unit di Jakarta, Rabu 10 April 2013.

Pada 2005, Astra Daihatsu mencapai produksi 1 juta unit, kemudian dalam jangka waktu lima tahun kemudian (2010) mencapai 2 juta unit. “Dan April 2013 produksinya tembus 3 juta unit,” ujarnya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan domestik, Daihatsu juga mengekspor ke 65 negara di Asia, Afrika, Amerika Latin, termasuk ekspor Grand Max ke Jepang.

Saat ini, Astra Daihatsu Motor bekerja sama dengan 165 perusahaaan pemasok komponen lapis pertama dan 850 pemasok komponen lapis kedua dengan melibatkan sekitar 700 ribu tenaga kerja.

Dengan pencapaian itu, Astra Daihatsu Motor juga kembali menorehkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai perusahaan perakitan mobil pertama yang mencapai produksi 3 juta unit.

“Pencapaian ini tidak terlepas dari kondisi pasar domestik yang sedang tumbuh, serta kualitas produk kami yang telah terbukti di pasar domestik maupun ekspor,” ujar Sudirman.

Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, menambahkan, produksi perseroan bakal meningkat lagi, jika regulasi mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) sudah diterbitkan pemerintah.

Dengan begitu, Agya dan Ayla mobil murah kolaborasi Toyota dan Daihatsu siap diproduksi. “Kami masih menunggu regulasi keluar. Tahun ini, Daihatsu akan fokus ke Ayla,” katanya.

Diketahui, Daihatsu mendirikan stamping plant pada 1978, disusul engine plant pada 1983, serta pendirian perusahaan agen tunggal dan importer kendaraan Daihatsu pada 1987. Lima tahun kemudian, ketiga perusahaan tersebut dilebur menjadi PT Astra Daihatsu Motor sebagai agen pemegang merek Daihatsu di Indonesia.