Jakarta, KompasOtomotif – Kendati sudah siap dengan produk baru, dinilai bisa bikin “booming”, yaitu Ayla, PT Astra Daihatsu Motor (ADM), tidak menaikkan target penjualannya tahun ini. Begitu juga dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dicanangkan Pemerintah, 6,5 persen pada tahun, belum cukup meyakinkan Daihatsu untuk menaikkan target penjualan tahun ini. Hal tersebut dikemukakan Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM kepada wartawan Rabu kemarin.

Alasannya, karena terjadi kenaikkan harga mobil, situasi ekonomi Eropa, kenaikkan upah buruh, kenaikan TDL, kenaikkan pajak, penurunan ekspor batubara, pembatasan DP kredit bank syaraih dan pembatasan subsidi bahan bakar. Di samping itu, sampai sekarang regulasi mobil murah dan ramah lingkungan yang menjadi tak kunjung terbit
“Tahun lalu, DP 30 persen memang tidak berpengaruh. Penyebabnya, konsumen beralih ke ban syariah. Nanti, baik DP untuk bank syariah juga dibatasi minimum 30 persen. Diperkirakan akan menurunkan penjualan sampai 10 persen,” jelas Amelia Tjandra yang diamini oleh Hendrayadi Lastiyoso, Marketing CS Division Head Al-Daihatsu Sales Operation. Ditambahkan, target tersebut sesuai dengan yang dibuat oleh GAIKINDO dan kesepakatan dengan anggota lainnnya. Tahun ini, GAIKINDO menargetkan penjualan mobil di Indonesia 1,1 juta unit.
Bahkan ketika Daihatsu berusaha menaikkan produksi 400.000 unit per tahun, ADM tetap ngotot dengan target, sama dengan penjualan tahun lalu.