MAKASSAR, FAJAR — Regulasi mobil murah sudah diteken Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Perpanjangan tangan agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang membuat mobil murah, sudah bersiap. Daihatsu misalnya. Karena produksi mobil murah mereka yang bernama Ayla sudah dilakukan sejak tahun lalu, kini fokus mereka adalah distribusi.

 

Namun, menurut  Kepala PT Astra International Tbk-Daihatsu Cabang Urip Sumoharjo-Makassar, Budiono, proses adminitrasi belum selesai dengan bubuhan tanda tangan presiden. Masih butuh implementasi yang juga bakal memakan waktu. “Harus ada audit terhadap pabrik, komponen lokal harus 80 persen. Konsumsi bahan bakar juga harus paling sedikit 20 km/liter,” kata Budi, Jumat 7 Juni.

 

Sedangkan soal unit, sambungnya, pihak Daihatsu sudah sangat siap. Pabrik baru di Krawang Timur juga sudah akan beroperasi. Budi memprediksi, penjualan mobil yang disebut low cost green car (LCGC) itu bisa dimulai Agustus mendatang.  “Respons pasar sangat positif. Ayla sudah dinanti. Momennya juga tepat. Terkait isu kenaikan BBM. Ini kan mobil hemat BBM,” sebut Budi lagi.

 

Sebelumnya, Direktur Operasional Kalla Toyota, Hariyadi Kaimuddin, juga menyebut Agustus sebagai waktu paling realistis untuk meluncurkan mobil murah. Toyota memproduksi LCGC bernama Agya. Model mirip dengan Ayla, seperti duet pendahulunya; Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia atau Toyota Rush dan Daihatsu Terios.

 

Seperti Daihatsu, Toyota juga sudah siap dengan unit mobilnya. Produksi dilakukan bersamaan dengan Daihatsu. Dari Jakarta, Direktur Jendral Industri Unggulan Berbasis Tekhnologi Tinggi, Budi Darmadi mengaku, peraturan yang telah disepakati pemerintah akan semakin merangsang pertumbuhan minat investor asing di Indonesia. Diperkirakan lebih 50 perusahaan industri otomotif akan ikut berminat menggairahkan pasar otomotif. “Tahun lalu, 30 perusahaan komponen yang datang ke Indonesia, tahun ini diperkirakan bertambah hingga 50 perusahaan,” bebernya.

 

Menurutnya, kebutuhan mobil di Indonesia sangatlah tingi. Karena itu, banyak perusahaan otomotif akan berlomba berinvestasi. Namun diharapkan, investor kecil dan besar mobil asing bisa ke Indonesia.