Jakarta, KompasOtomotif Pemerintah Indonesia berharap, total pasar mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) bisa mencapai 300.000 unit per tahun dengan syarat, kapasitas produksi maksimum dipenuhi. Perkiraan itu dinilai terlalu optimis oleh Sudirman Maman Rusdi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)

“Menurut saya, misalnya dari lima merek yang sudah pasti ikut program ini (Daihatsu, Toyota, Suzuki, Nissan dan Honda) jumlahnya hanya 200.000 unit per tahun,” jelas Sudirman kepada KompasOtomotif, kemarin (18/6/2013).

Target utama LCGC adalah pengguna sepeda motor yang ingin menaikkan status dengan mobil. Ketimbang membeli mobil bekas, LCGC justru menawarkan mobil baru yang lebih terjamin kualitasnya. Kendati demikian, pilihan tergantung pada keinginan konsumen.

“Kalau mereka di perkotaan dan butuh mobil mayoritas di dalam (kota), akan milih LCGC. Kalau yang lain, tetap MPV murah,” beber Sudirman.

Dominasi pasar mobil nasional, menurut Sudirman masih diisi oleh MPV bawah seperti Avanza, Xenia, Ertiga, Evalia dan Spin. Terlaris kedua, subkompak segmen B terdiri dari Jazz, Yaris, Swift, Fiesta, Mazda2, Rio, Grand Avega dan Aveo.

“LCGC akan jadi model terlaris ketiga di Indonesia nantinya,” tutup Sudirman.