Sumber: otosia.com PT Astra Daihatssu Motor (ADM) berharap sudah bisa menjual mobil murah Ayla pada gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) September mendatang, menyusul telah terbitnya peraturan mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) oleh Kementerian Perindustrian.

“Kalau itu (aturan LCGC) sudah selesai semua, dan mobil murah kami, Ayla, dinyatakan telah memenuhi semua persyaratan pemerintah, di IIMS nanti kita bisa jual. Kan kami maunya seperti itu, jadi jelas,” ungkap Rio Sanggau, Domestic Marketing Division Head ADM di sela-sela buka puasa bersama media kemarin di Jakarta.

Daihatsu Ayla pertama kali diperkenalkan kepada publik di IIMS tahun lalu. Di IIMS 2012 Daihatsu banyak menerima permohonan pembelian, tapi tidak mem buka SPK. Mobil murah ini kemudian mendapat sambutan cukup luar biasa, ditandai jumlah pemesanan mencapai ribuan.

Namun lantaran regulasi LCGC pemerintah terus molor menyebabkan masyarakat yang tadinya pesan Ayla beralih ke mobil lain. Saat ini Daihatsu tengah mencoba melakukan pendekatan kembali kepada calon pembeli.

“Mereka yang sudah mengisi daftar inden dan tetap setia menunggu, kami akan hubungi mereka kembali,” papar Rio.

Dengan rampungnya peraturan pemerintah tersebut, membuat beberapa merek yang menjual mobil murah, termasuk Daihatsu boleh bernafas lega. Setidaknya regulasi soal LCGC tidak terkatung-katung dan rampung sebelum IIMS digelar.

Produk kembar Daihatsu Ayla dan Toyota Ayla diproduksi di pabrik baru PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Jawa Barat. Melalui Ayla, Daihatsu mengincar 6 persen dari 30 juta golongan masyarakat kelas menengah di Indonesia.

Daihatsu menyajikan tiga varian Ayla, yakni terendah tipe D, dan menengah serta tinggi tipe M dan X. Model Ayla termurah tanpa dibekali CD player, spion elektrik, pelek alloy, AC, airbag, power steering, dan power window.